PEKANBARU-Konflik
terjadi antara manusia dan satwa liar harimau sumatra yang menyebabkan jatuhnya
korban jiwa. Seorang wanita pekerja penanaman PT. ASM kontraktor dari PT
Peranap Timber di Desa Serapung, Kec. Kuala Kampar, Kab. Pelalawan, berbatasan
dengan Desa Teluk Lanus pada hari Jum'at, 19 Agustus 2022. Balai Besar KSDA
Riaupun segera menurunkan Timnya.
Tim
yang terdiri dari 6 orang ke lokasi dan berkoordinasi baik dengan pihak
perusahaan maupun aparat keamanan. Tim melakukan pengumpulan informasi dan menuju
lokasi kejadian serta mendapati posisi barak berseberangan kanal dengan tempat
penumpukan hasil panen akasia. Barak baru di tempati lebih kurang 4 malam oleh
kelompok pekerja termasuk korban dengan jumlah pekerja 15 orang. Diketahui
barak telah kosong atau tidak di tempati selama 4 tahun terakhir. Jika dilihat
dari jejak dan kotoran, harimau sumatera tersebut sudah sering melintasi areal
sekitar barak. Pemasangan camera trappun dilakukan untuk mengidentifikasi
individu harimau sumatera. Sebelumnya Tim tak lupa melayat ke rumah duka dan
menyampaikan bela sungkawa.
Tim
menghimbau untuk tidak beraktivitas sementara di sekitar lokasi harimau dan
bila terpaksa agar tidak beraktifitas dengan jumlah kelompok yang sedikit
apalagi beraktifitas sendiri. Para pekerja diminta untuk tidak beraktifitas
saat petang maupun sebelum pagi di saat harimau sumatera sedang melakukan
aktifitasnya karena daerah tersebut merupakan daerah jelajah harimau sumatera.
Tim akan memasang kandang perangkap harimau di lokasi yang diduga adalah merupakan jalur pergerakan satwa tersebut. Sementara ini Tim melakukan patroli dan pendampingan pengamanan harimau di lokasi kejadian untuk memberi rasa aman kepada pekerja dan untuk keselamatan harimau sumatera.

