Berita Terkini

Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil

Administrator 3 Mei 2017 133.905 kali dilihat

Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil ditunjuk pertama kali berdasarkan Surat Keputusan Gubernur KDH. Tk. I Riau Nomor Kpts.342/XI/1983 tanggal 3 November 1983 dengan luas +50.000 hektar, diikuti penunjukan oleh Menteri Kehutanan melalui Keputusan Nomor 173/Kpts-II/1986 tanggal 6 Juni 1986 dengan luas 84.967 hektar. Berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK.878/Menhut-II/2014 tanggal 29 September 2014 tentang Kawasan Hutan Provinsi Riau, yang selanjutnya diubah dengan SK.314/MenLHK/SETJEN/PLA.2/4/2016 tanggal 20 April 2016 jo SK.393/MenLHK/SETJEN/PLA.0/5/2016 tanggal 23 Mei 2016, kawasan Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil ditunjuk kembali dengan luas ± 78.294,45 hektar Penunjukan kawasan Giam Siak Kecil sebagai suaka margasatwa diperuntukkan bagi perlindungan hidupan liar khususnya mamalia besar, yaitu Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), Beruang madu (Helarctos malayanus), Tapir (Tapirus indicus), serta untuk perlindungan tumbuhan Giam (Cotylelobium malayanum). 

Sesuai potensi kawasan, permasalahan pengelolaan, kondisi situasional dan intervensi pemanfaatan kawasan maka keseluruhan kawasan Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil seluas 78.294,45 hektar ditata ke dalam blok pengelolaan yang mencakup: (1) Blok perlindungan seluas 63.793,33 hektar (81,48%); (2) Blok pemanfaatan seluas 4.174,87 hektar (5,33%); (3) Blok rehabilitasi seluas 334,68 hektar (0,43%); (4) Blok Religi, Budaya dan Sejarah seluas 3,23 hektar (0,004%); dan (5) Blok Khusus seluas 9.988,34 hektar (12,76%).

POTENSI KAWASAN :

a.   Flora: Giam (Cotylelobium spp), Meranti (Shorea sp. ), Kempas (Koompasia malaccensis), Pulai (Alsthonia spp.), Gerunggang (Syzygium sp.), Nibung (Oncosperma tigillarium)

b.   Fauna: Gajah (Elephas maximus sumatranus), Beruang madu (Helarctos malayanus), Harimau dahan (Neofelis nebulusa), Harimau sumatra (Panthera tigris), Buaya Muara (Crocodylus porosus).

Potensi Jasa Lingkungan:

Hutan rawa gambut SM. Giam Siak Kecil dengan sungai-sungai yang membelahnya serta tasik-tasik yang terbentuk di sekitarnya, tipe ekosistem hutan rawa gambut yang unik dengan kekayaan flora faunanya menjadikan kawasan ini potensial dikembangkan sebagai laboratorium penelitian, pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat luas serta pengembangan wisata alam terbatas. Terdapat beberapa potensi wisata alam yang dapat dikembangkan, yakni :

a. Danau atau Tasik Serai

b. Danau atau Tasik Betung


Gambar Danau atau Tasik Betung


c. Sungai Siak Kecil



Gambar Sungai Siak Kecil


PETA KAWASAN :



AKSESIBILITAS KAWASAN :

Aksesibilitas menuju ke tengah kawasan SM. Giam Siak Kecil dapat ditempuh dengan menyusuri Sungai Siak Kecil yang membelah kawasan. Jika menggunakan perjalanan darat ke pinggir kawasan, dapat melewati kota Perawang atau kota Duri. Perjalanan dari Pekanbaru melewati Perawang membutuhkan waktu tempuh 1 jam, selanjutnya mengarah ke Desa Tasik Betung, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak dengan melintasi jalan operasional konsesi PT. Arara Abadi selama 2 jam. Perjalanan dari Pekanbaru melewati Duri, Kabupaten Bengkalis membutuhkan waktu tempuh 3 jam. Perjalanan menuju kawasan SM. Giam Siak Kecil terdekat dari Duri adalah Desa Bukit Kerikil, Kecamatan Bandar Laksamana di bagian utara atau Desa Tasik Serai, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis di bagian selatan, masing-masing membutuhkan waktu 1 jam dengan melintasi jalan operasional konsesi PT. Arara Abadi


Kembali
WhatsApp Respon cepat Telepon Call center Pengaduan Laporkan kejadian