PEKANBARU-Selasa,
29 November 2022 Balai Besar KSDA Riau mengadakan rapat tetang verifikasi
terhadap hasil Kegiatan Inventarisasi Kawasan dengan Nilai Keanekaragaman
Hayati Tinggi di luar KSA, KPA dan Taman Buru, yang dilaksanakan di Ayola Hotel
Pekanbaru. Kegiatan inver kehati ini murni dilakukan diluar kawasan konservasi
dengan tujuan untuk memperoleh data dan sekaligus menunjukan area-area di luar
Kawasan Konservasi yang terindikasi memiliki keanekaragaman hayati tinggi, dan
selanjutnya dapat memberikan arahan pengelolaan kepada para pengelola di
tingkat tapak berdasarkan data dan informasi yang diperoleh tersebut.
Hadir
dalam acara ini perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Riau, Dinas
Perkebunan Provinsi Riau, Balai Pengelolaan Hutan Produksi Lestari dan Hutan
Lindung (BPHPL) , Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kampar, Kabupaten Pelelawan,
Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Rokan Hulu,
Kabupaten Rokan Hilir, Beberapa pemegang izin HPHTI dan HGU Sawit.
Acara
diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Kepala Balai Besar KSDA Riau Bapak
Genman S Hasibuan dimana dalam sambutannya beliau sangat mengharapkan peran
aktif dari para pihak dalam memberikan informasi keberadaan tumbuhan dan satwa
liar terutama yang dilindungi pada masing masing lokasinya dengan berbasis
koordinat lokasi temuannya. Beliau juga menyampaikan agar keberadaan satwa liar
dilindungi tersebut dapat disikapinya dengan bijaksana yang diikuti dengan
upaya mitigasi dan konservasinya. Beliau juga menyampaikan tidak bisa
dipungkiri bahwa interaksi negatif satwa liar yang selama ini terjadi hampir
sebagian besar di luar kawasan Konservasi.
Selanjutnya
dilakukan pemaparan oleh dinas LHK Provinsi Riau, Dinas Perkebunan dan BPHPL
yang mendorong dan menguatkan pentingnya pendataan keanekaragaman hayati di
luar kawasan Konservasi. selanjutnya dilakukan penyampaian hasil inventarisasi
nilai kehati yang dilakukan Balai Besar KSDA Riau selama tahun 2022 seluas
711.502 Ha oleh Kepala Seksi Perencanaan Perlindungan dan Pengawetan Bapak
Ujang Holisudin. Hasil dari kegiatan inver kehati ini memotret lokasi lokasi
yang menjadi target survey apakah memiliki nilai kehati tinggi, sedang atau
rendah yang tergambar dalam peta hasil inver kehati tinggi diluar kawasan
Konservasi.
Acara selanjutnya dilakukan diskusi dan tanya jawab sekaligus membangun kesepakatan dalam menyampaikan pelaporan kehati dan pemantauannya dengan para pemangku izin HGU dan izin HPHTI serta membangun sistem mitigasi interaksi negatif satwa luar pada masing masing lokasi di tingkat tapak.

