Berita Terkini
SI BELANG MELENGGANG DI KEBUN WARGA, PETUGAS SIGAP  MEMASANG KAMERA TRAP

SI BELANG MELENGGANG DI KEBUN WARGA, PETUGAS SIGAP MEMASANG KAMERA TRAP

Administrator 19 Juli 2018 8.242 kali dilihat

PEKANBARU-Tanggal 4 Juli 2018 warga Desa Kuto Tuo dikejutkan oleh adanya jejak yang diperkirakan adalah jejak tapak Harimau.  Wargapun  menyatakan adanya perjumpaan langsung dengan satwa yang dilindungi tersebut. Kepala Desa/wali Koto Tuo Kec. XIII Koto Kampar, Kab. Kampar melaporkan kejadian temuan dimaksud kepada Balai Besar KSDA Riau.

Tim Penanggulangan Konflik Balai Besar KSDA Riau dengan serta merta turun untuk melakukan identifikasi dan berkoordinasi dengan  aparat setempat. Hasil identifikasi menyatakan bahwa memang benar, jejak tapak yang ditemukan adalah jejak tapak Harimau.

Tim segera melakukan sosialisasi bagaimana cara menghadapi satwa liar dan diskusi dengan aparat desa serta tokoh masyarakat untuk melakukan pemasangan umpan. Jika pemasangan umpan tidak berhasil, maka akan dilakukan pemasangan kamera trap  di lokasi perjumpaan warga dengan si raja hutan.  

Ternyata hingga hari ketiga pemasangan umpan, umpan tetap aman ditempatnya. Sebagaimana rencana awal, Tim memutuskan untuk melakukan pemasangan kamera trap. Dengan pemasangan kamera trap diharapkan Harimau dapat terpotret sehingga dapat diketahui jenis kelamin dan perkiraan umurnya. Keadaan lokasi pemasangan berada di perkebunan karet warga di mana di sekitarnya terdapat danau, rimba, dan semak belukar.

Sebelum pemasangan kamera trap, kembali Tim melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan aparat desa serta tokoh masyarakat.  Tim segera melakukan identifikasi di tiga titik perjumpaan masyarakat dengan Harimau pada koordinat 019'03.6" , 10040'57.5"

dan 017'55.6" , 10039' 28.2" serta 016'10.8", 10041'27.8". Dari ketiga titik tersebut, tim mempertimbangkan peluang paling besar Harimau terpotret yaitu pada koordinat 016'10.8", 10041'27.8". Lokasi ini merupakan kebun karet dan tim memasang sebanyak 2 buah kamera trap. Pemilihan lokasi tersebut dengan mempertimbangkan daerah jelajah/home range Harimau, keberadaan jejak kaki, perjumpaan langsung, dan  keamanan kamera dari gangguan oknum yang tidak bertangungjawab. Setelah pemasangan kamera, tim juga melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk melihat tanda-tanda keberadaan Harimau, namun dalam penyisiran tersebut tidak ditemukan tanda tanda yang baru terkait keberadaan Harimau.

Masyarakat setempat sangat mendukung kegiatan tersebut karena sudah beberapa hari mereka merasa cemas dan takut untuk melakukan aktifitas di kebun mereka. Keberadaan petugas di lokasi menciptakan rasa tenang dan nyaman bagi warga masyarakat.

Apabila kamera trap berhasil mendokumentasikan Harimau maka akan diambil tindakan lebih lanjut misalnya penghalauan atau penggiringan ke habitatnya yang paling memungkinkan untuk menjauhi pemukiman warga, demikian ungkap Heru Sutmantoro lebih lanjut.




Kembali
WhatsApp Respon cepat Telepon Call center Pengaduan Laporkan kejadian