PEKANBARU-Senin
30 Mei 2022 kemarin, kami menerima laporan adanya gangguan satwa Beruang madu
di Desa Penarikan, Kec. Langgam, Kab.
Pelalawan.
Tim
Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I langsung diturunkan melakukan mitigasi.
Tim
berkoordinasi dengan Kades Penarikan terkait satwa yang merusak kotak budidaya
lebah madu milik ibu Tengku Feri Remu di areal kebun sawit milik pak Ujang
walet.
Tim melakukan pengecekan dan pemeriksaan
lokasi tempat kejadian. Berdasarkan temuan jejak dan kerusakan pada kotak lebah
madu, Tim menganalisa bahwa dugaan kuat memang akibat adanya aktivitas beruang
madu di sekitar lokasi tersebut. Hal ini diperkuat juga dengan hasil rekaman
yang dikirim pelapor. Menurut saudara Yanto penjaga kotak lebah madu, beruang
ber jumlah 2 atau 3 ekor dan dalam 2 Minggu ini sudah datang 4 kali sehingga
membuat resah para penjaga dan petani lebah madu tersebut. Kepala desa dan petani lebah madu memohon
untuk segera menangkap beruang tersebut agar tidak terjadi korban baik dari
masyarakat maupun beruang madu.
Untuk
mengantisipasi hal tersebut, Tim menyampaikan agar dilakukan pemagaran
menggunakan seng dengan posisi alur seng berdiri dan rapat serta memasang
bunyi-bunyian dari kaleng bekas susu yang diikat ke sekeliling tempat
penyimpanan kotak lebah. Hal itu juga untuk mencegah beruang memanjat atau
masuk ke lahan penyimpanan kotak lebah madu tersebut. Tim meminta agar warga
tidak anarkis terhadap satwa yang dilindungi karena dapat dikenai sanksi hukum.
Selain itu Tim meminta warga agar selalu berkoordinasi dengan pihak Balai Besar KSDA Riau dalam penanganan konflik satwa dilindungi.

