PEKANBARU- Pada Senin, 21 Februari 2022, Balai Besar KSDA
Riau dari Seksi Konservasi Wil. IV Dumai bersama Manggala Agni Daops Dumai
turun ke lokasi di Kel. Mundam, Kec. Medang Kampai, Kota Dumai terkait laporan
masyarakat yang menyampaikan adanya perjumpaan dengan satwa liar Harimau
sumatera.
Seperti biasa, Tim terlebih dahulu
berkoordinasi dengan pelapor yaitu bapak Arif. Berdasarkan keterangannya,
sehari sebelumnya yaitu 20 Februari 2022, sekitar pukul 17.05 WIB ketika ia
sedang memancing ikan di parit sekitar
kebun Nenas dan sawit Pak Pardi, tiba - tiba tercium bau tak sedap dan amis,
spontan Pak Arif menoleh ke samping kanan dan sangat terkejut, sebab dilihatnya
seekor Harimau Sumatera berada sekitar 3 meter di belakangnya. Dengan sangat
ketakutan Pak Arif langsung membalikkan badannya. Berdasarkan informasinya,
Harimau sumatera berjalan dan bersembunyi dibalik tanaman sawit, dan setelah
itu berjalan kembali menuju semak belukar disekitar kebun Nenas dan Sawit.
Pak Arif berusaha memanggil orangtua dan
adiknya yang juga ikut memancing disekitar tempat tersebut untuk cepat pergi.
Tim melakukan pengecekan di lokasi tempat perjumpaan satwa yang diduga Harimau sumatera. Di lokasi tersebut Tim menemukan jejak tapak satwa yang menyerupai jejak Harimau, tetapi berukuran lebih kecil. Tim belum dapat memastikan apakah jejak yang melintas tersebut merupakan jejak Harimau Sumatera.

Tim kemudian melakukan sosialisasi kepada
masyarakat setempat agar tetap berhati hati saat beraktifitas di kebun, tidak
sendirian dan untuk sementara tidak memancing dahulu sampai kondisi
memungkinkan.
Tim juga
menyampaikan bahwa Harimau Sumatera adalah satwa yang dilindungi UU dan wajib
dilestarikan.
Selanjutnya Tim akan melakukan observasi untuk
mengecek kembali keberadaan tanda tanda satwa yang berada di sekitar lokasi
tersebut.
Salam konservasi…
#karenakonservasitakmungkinsendiri
Balai Besar
KSDA Riau