Berita Terkini
RESPON CEPAT SEKSI KONSERVASI WILAYAH I DALAM MITIGASI KONFLIK GAJAH SUMATERA DI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI

RESPON CEPAT SEKSI KONSERVASI WILAYAH I DALAM MITIGASI KONFLIK GAJAH SUMATERA DI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI

Administrator 31 Oktober 2021 5.640 kali dilihat

PEKANBARU - Pada hari Selasa sd Jum'at , 26 - 29 Oktober 2021, Resort Bukit Rimbang (Petai) dan Resort Bukit Baling (Muara Bio), Seksi Konservasi Wilayah I melakukan mitigasi konflik satwa Gajah sumatera di Desa Sigaruntang, Kec. Inuman, Kab. Kuansing.

 

Tim bergerak dari Pekanbaru menuju Desa Pesikaian, Kecamatan Cerenti untuk menindaklanjuti laporan masyarakat tentang adanya satwa Gajah liar yang merusak perkebunan masyarakat di sekitar desa Pesikaian. Setibanya di lokasi, Tim langsung  melakukan pencarian keberadaan satwa tersebut Menurut informasi masyarakat Pesikaian Gajah liar menuju desa Sigaruntang, Kec. Inuman. Tim selanjutnya menuju desa Sigaruntang. Kec, Inuman, Kab. Kuansing. Namun, dalam melakukan pencarian, satwa tersebut tidak ditemukan.

 

Keesokan harinya Tim menuju kantor Desa Sigaruntang dan berkoordinasi dengan Kepala Desa Sigaruntang. Menurut informasi beliau, Gajah liar saat ini berada di sekitar perkebunan masyarakat dan Tim menuju kebun masyarakat yang kebun sawitnya dirusak oleh Gajah liar (sekitar 30 btg). Tim melanjutkan pencarian dengan berjalan kaki mengikuti jejak Gajah liar yang baru keluar dari perkebunan masyarakat, tepatnya di perkebunan karet masyarakat. Gajah liar tersebut berjumlah 3 (tiga) ekor yang terdiri dari 1 betina, 1 jantan, dan satu anaknya.

 



Tim melakukan penggiringan dengan berjalan kaki mengarahkan Hajah ke areal greenbelt PT. WJT, Namun keesokan harinya Gajah liar tersebut kembali menuju kebun warga. Tim bersama masyarakat ke lokasi dan melakukan pengiringan Gajah liar. Hingga petang menjelang, Tim terus mengarahkan gajah ke arah greenbelt PT. WJT untuk selanjutnya akan digiring ke hutan Taman Nasional Tesso Nilo.


Kembali
WhatsApp Respon cepat Telepon Call center Pengaduan Laporkan kejadian