Pekanbaru
Konflik Satwa liar Gajah
Sumatera (Elephas maximus sumatranus) akhir akhir ini memang
sedang marak terjadi. Di antaranya adalah Desa Karya Indah, Kec Tapung, Kab.
Kampar, kejadian di Desa Penarikan, Kec. Langgam, Kab. Pelalawan dan kejadian
di Desa Rantau Baru, Kec. Pangkalan Kerinci, Kab. Pelalawan.
Petugas Balai Besar KSDA Riau diturunkan untuk
mencegah terjadinya konflik antara manusia dengan Gajah Sumatera sebagai salah
satu satwa yang dilindungi.
Sebagaimana di Desa Penarikan, Kec. Langgam,
Kab. Pelalawan, Kepala Balai Besar KSDA Riau, bapak Suharyono melalui Kepala
Bidang KSDA Wilayah I, bapak Andri Hansen Siregar segera memerintahkan petugas
turun ke lapangan. Tim diturunkan di hari yang sama sesaat setelah surat Kepala
Desa Penarikan tentang gangguan satwa tersebut diterima via WA.
Rabu, 16 Desember 2020, Tim yang dipimpin oleh
Tamrin Sitinjak bergerak bersama Yayasan TNTN, RAPP dan masyarakat menyisir
keberadaan Gajah.Tim bergerak dari perkebunan masyarakat melewati kanal RAPP
dengan menggunakan ketinting menuju PT. Wahana. Setelah sampai di lokasi Tim
menjumpai jejak baru, kemudian Tim mengikuti jejak tersebut dan menemukan bahwa
posisi Gajah berada di pinggiran sungai Nilo. Tim beserta masyarakat segera
melakukan penggiringan Gajah menuju sungai Nilo.
Berdasarkan informasi Kepala Desa Penarikan, pihak desa telah
melakukan pendataan terhadap kerusakan kebun warga sejumlah 13 orang. Kepala
Desa Penarikan menyampaikan bahwa sejak penggiringan yang dilakukan pada
tanggal 16 Desember 2020 hingga saat ini Gajah liar tidak lagi berada di kebun
masyarakat.
Tim melakukan sosialisasi kepada masyarakat
agar tidak bertindak anarkis terhadap satwa Gajah Sumatera karena satwa
tersebut merupakan satwa liar yang dilindungi. Tim berharap hambatan dalam
melakukan penggiringan yaitu kurangnya sinergitas masyarakat yang menguasai
lahan dimana ketidakrelaannya Gajah liar melewati lahannya menyebabkan Gajah
liar berbalik arah bergerak menuju arah yang berlawanan tidak terjadi lagi.
Karena ini sangat menyulitkan Tim untuk mengarahkan kembali penggiringan menuju
arah yang tepat.
Perlu perhatian khusus semua pihak untuk upaya
solusi yang lebih optimal agar manusia dan Gajah sama sama dapat diselamatkan
Salam konservasi
#karenakonservasitakmungkinsendiri
Balai Besar
KSDA Riau