PEKANBARU- Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait
viralnya sebuah keluarga yang berfoto bersama satwa dilindungi Beruang madu.
Tim Balai Besar KSDA Riau, Bidang KSDA Wilayah II segera melakukan penelusuran
terhadap Sdr. JSR yang berlokasi di kebun sawit masyarakat sebagai upah buruh
di Desa Kasang Padang, Kec. Bonai Darussalam, Kab. Rokan Hulu.
Awalnya Tim melakukan penelusuran ke Kecamatan
Kandis sesuai alamat di media sosial. Namun, Tim mendapat informasi bahwa yang
bersangkutan sejak bulan Desember 2021 telah pindah ke Desa Kasang Padang, Kec.
Bonai Darussalam, Kab. Rokan Hulu. Tim didampingi keluarganya menuju ke lokasi.
Tim segera meminta keterangan pada orang tua
dan istri JSR. Sedang JSR sendiri tidak dijumpai karena ketakutan dan lari dari
rumah. Tim mendapat informasi kronologis perjumpaan Sdr. JSR dengan satwa
Beruang madu tersebut, yaitu pada 24 Februari 2022, sekitar pukul 09:00 wib,
Saat itu JSR akan melakukan panen buah sawit di kebun milik orang lain dan dia
menjumpai satu ekor Beruang madu yang telah mati dalam keadaan terjerat di
lokasi kebun (diduga sudah mati beberapa hari sebelumnya). JSR membawa bangkai
Beruang ke rumah kediaman orang tuanya yang berjarak sekitar 6 km mengunakan
sepeda motor.
Setelah sampai di rumah orang tuanya, istri JSR beserta keluarga yang lain yang tidak mengetahui bahwa Beruang merupakan satwa dilindungi mengambil foto bersama satwa tersebut dan mempostingnya dalam media sosial.

Karena kondisi satwa Beruang mulai busuk dan
bau, JSR segera mengambil bagian tubuh Beruang berupa kuku, empedu dan taring
kemudian membuang bangkainya ke sungai Rokan (sekitar 4 Km) dan kemudian
kembali bekerja memanen sawit. Sedang bagian tubuh Beruang yang diambilnya
disimpan saja di rumah.

Tim segera mengambil/ menyita bagian tubuh
satwa ( Beruang madu ) berupa kuku, taring, dan empedu dan memberikan pembinaan
serta sosialisasi satwa yang dilindungi kepada keluarga tersebut. Istri JSR
membuat serta menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi hal
serupa.
Salam konservasi…
#karenakonservasitakmungkinsendiri
Balai Besar
KSDA Riau