PEKANABRU-Awal
September 2022, Resort Dumai melakukan pengecekan dan inventarisasi potensi air
bersih yang dimanfaatkan warga (Untuk Rumah Tangga dan Komersialisasi).
Kegiatan
dilakukan di perkampungan warga dalam kawasan TWA Sungai Dumai (RT 01,
Kelurahan Bukit Datuk). Ternyata sebanyak 120 kk di RT 01 Kelurahan Bukit
Datuk, memanfaatkan air bersih menggunakan sumur bor dan kurang lebih 25 titik
kolam yang dimanfaatkan untuk komersialisasi air bersih.
Saat
ini yang aktif hanya 13 titik dan 12 titik tidak aktif beroperasi karena
beberapa hal seperti mendapat pekerjaan diluar, sumber air bersih sudah
berkurang di beberapa titik, kehilangan konsumen, beberapa konsumen di kota
Dumai sudah beralih menggunakan sumur Bor dan PDAM Program pemerintah Kota
Dumai, dan terjadinya persaingan harga.
Sedangkan
dari 13 titik yang disurvey, terdapat kedalaman sumur rata-rata 12-20 meter dan
memiliki kapasitas kolam tampung rata-rata: 27.692 M3, memiliki
ouput pengiriman rata-rata: 6.000 s/d 36.000 lt/hari dan nilai ekonomi/omzet
perhari dari 13 sample titik kolam aktif mencapai Rp 3.990.000,-
Wah,
berdasarkan data dari survey, dapat disimpulkan Kegiatan pemanfaatan air bersih
didalam kawasan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat ya.
Semoga
ke depannya dapat dilaksanakan kegiatan pengkajian yang lebih mendalam terkait
potensi air bersih dan kualitas air yang dapat dijadikan selah satu sarana
penanganan konflik Tenurial dengan masyarakat yang terlanjur tinggal didalam
kawasan. Serta apabila memungkin, sumber air bersih dapat menjadi salah satu
sumber PNBP melalui branding dan pengemasan yang baik untuk dipasarkan.