PEKANBARU-Senin,
21 Februari 2022, Tim Resort Dumai turun ke lokasi konflik antara manusia dan
satwa liar Buaya. Laporan diterima dari Babinkamtibmas Kelurahan Batu
Teritip, tentang adanya Buaya yang
ditangkap warga.
Tim
menuju lokasi sekitar 3 jam perjalanan darat dan 1 jam menggunakan pompong.
Namun Tim mengalami kesulitan untuk cepat sampai di lokasi karena harus
menunggu air pasang untuk dapat melakukan evakuasi. Sampai di lokasi Tim menuju
tempat dimana Buaya ditambatkan dengan didampingi tokoh masyarakat bapak H.
Arun dan ketua RT setempat. Namun sayang, saat Tim sampai disana, kondisi Buaya
yang terikat sudah dalam keadaan mati.
Tim
mengidentifikasi Buaya tersebut. Jenis Buaya muara, dengan panjang 3.2 meter
dan jenis kelamin jantan.
Menurut
keterangan pak H.Arun, Buaya masuk ke parit pemukiman saat air pasang. Beberapa
kali ternak warga dikejar oleh satwa tersebut. Kemudian pada hari Minggu warga
menangkap Buaya dengan maksud mau dipindahkan ke sungai yang jauh dari
aktivitas warga dengan terlebih dulu melapor ke Bhabinkamtibmas setempat. Namun
kemungkinan karena terlalu lama diikat dan kepanasan maka Buaya tersebut mati.
Tim
kesulitan menguburkan Buaya pada malam itu juga karena air sedang pasang dan
kondisi sudah dini hari sehingga kesulitan mencari warga yang masih terjaga
untuk dimintai bantuan menguburkan bangkai Buaya tersebut. Akhirnya penguburan
baru dapat dilakukan esok harinya.
Pada
kesempatan turun ke lokasi, Tim sekaligus melakukan sosialisasi kepada warga
agar selalu berhati-hati dalam melakukan aktifitasnya karena Sungai Senepis
merupakan habitat Buaya sehingga tidak terjadi kembali peristiwa sebagaimana
pertengahan bulan Juli 2021, dimana jatuh korban tidak jauh dari lokasi
tersebut. Tim juga meminta warga tidak bertindak anarkhis terhadap satwa yang
dilindungi tersebut.
Terlihat
dibeberapa titik juga telah dilakukan pemasangan banner pemberitahuan bahwa
lokasi tersebut rawan Buaya.
[Teks
: DI, Foto : Tim admin BBKSDARIAU |022022]