Pekanbaru Pada Minggu, 23 Agustus 2020, dilakukan Relaunching Sumatera Jungle Run (SJR)
2020 oleh Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, S.H., S.I.K., M.Si.
di Ballroom Hotel Pengeran Pekanbaru. Selain dihadiri oleh Kepala Balai Besar
KSDA Riau, acara tersebut dihadiri Gubernur Riau yang diwakili Sekda Prov.
Riau, Kadispora Prov. Riau, Kadis Pariwisata Prov Riau, Kepala Kesatuan Pengelolahan Hutan
Produksi (KPHP) Minas Tahura , Kabid Humas Polda Riau, Kapolresta Pekanbaru,
Race Director Sumatera Jungle Run Ibu Amelia Seftiana dan para peserta
perwakilan running kota Pekanbaru.
Sumatera
Jungle Run (SJR) yang awalnya akan dilaksanakan pada 11 April 2020, tetapi
karena adanya pandemi Covid-19, akan dilaksanakan pada tanggal 26 dan 27
September 2020 dengan mematuhi protokol kesehatan secara ketat.
Bapak
Suharyono menyampaikan "KLHK dalam hal ini KSDAE sangat mengapresiasi
inisiasisi bapak Kapolda. Sebuah peristiwa olah raga yang sebenarnya merupakan
kampanye internasional untuk selamatkan hutan dengan segala satwa dan
keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya di Riau khususnya dan di Sumatera
pada umumnya. Ini merupakan langkah
kongkret dalam menyelamatkan Lingkungan hidup dan keanekaragaman hayatinya,
bukan hanya berkata kata dalam Medsos atau media lainnya.. tapi Bapak Kapolda,
langsung berbuat nyata.."
Sumatera
Jungle Run merupakan lomba lari trail atau lintas alam terbesar di Pulau
Sumatera. Lomba ini mempunyai kualifikasi internasional karena tersertifikasi
oleh Internasional Trail Run Assosiation (ITRA). ITRA adalah asosiasi lari
lintas alam yang berpusat di Perancis. Selain hadiah, Finisher Sumatera Jungle
Run 2020 akan mendapatkan poin yang bisa digunakan untuk mengikuti lomba ITRA
yang lain yang digelar di Mount Blanc, Perancis.
Sumatera
Jungle Run 2020 adalah lomba lari elit yang akan digelar pada hari Sabtu, 26
September 2020 yang diperuntukan untuk kelas 5 K dan 10 K dengan 350 pelari dan
Minggu, 27 September 2020 khusus kelas 21 K dengan jumlah sekitar 350-an
pelari. Acara diikuti total sekitar 700 orang WNI dan WNA.
Balai Besar KSDA Riau