PEKANBARU - Pada hari Rabu, 27 Oktober 2021, berlokasi di Kampung
Sungai Rawa, Kabupaten Siak, Tim Resort Siak menindaklanjuti informasi terkait
konflik satwa Buaya yang menyerang pekerja kilang sagu di Desa Sungai Rawa,
Kec. Sungai Apit, Kab. Siak.
Tim berkoordinasi dengan pemilik kilang sagu
terkait kronologis penyerangan satwa Buaya, dan melakukan pengecekan lokasi
penyerangan. Lokasi kejadian merupakan muara sungai rawa yang merupakan habitat
Buaya muara. Korban bernama Abdullah (42), beralamat di Desa Terus, Kab. Kepulauan
Meranti.
Kronologis kejadian, pada hari Senin, 25
Oktober 2021 sekira jam 14.00 WIB, korban bersama rekannya sedang bekerja di
kilang sagu milik Saudara Aguan, di Kampung Sungai Rawa, Kecamatan Sungai Apit,
Kabupaten Siak.
Pada saat korban menarik tual sagu dengan
menggunakan tali, korban mencium bau amis di perairan dan tiba - tiba saja
seekor Buaya langsung menerkamnya. Korban masuk ke dalam sungai dengan kondisi
bagian kaki sebelah kanan telah di gigit oleh Buaya.
Pada saat korban telah terseret ke dalam
sungai, korban tetap tidak melepaskan pegangannya pada tali yang digunakan
untuk menarik sagu, namun berusaha untuk melepaskan kakinya dari gigitan Buaya
dan meminta tolong kepada rekannya dengan berteriak. Teman korban yang berjarak
+ 50 m dari korban langsung melakukan pertolongan dengan menarik tali
yang di pegang oleh korban hingga Buaya tersebut melepaskan gigitannya. Korban
mengalami luka pada kaki sebelah kanan dan telinga saat melakukan perlawanan
terkaman dari Buaya tersebut.

Tim menghimbau kepada pemilik kilang sagu untuk
berhati-hati dalam beraktifitas di air saat hendak menaikkan tual sagunya.
Kemudian Tim melakukan pemasangan rambu peringatan rawan Buaya di pinggir
sungai tempat pekerja beraktifitas agar pekerja maupun masyarakat yang melintas
lebih berhati hati dan waspada dalam menjalankan aktivitasnya.
Salam konservasi??
#bersamakitabisa
#karenakonservasitakmungkinsendiri
Balai Besar
KSDA Riau