PEKANBARU- Selama 2 (dua) Minggu sebelumnya, Tim Seksi
Konservasi Wilayah I yaitu bapak Putraper, Asep Firman dan M. Dahrul serta
Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo (YTNTN) secara intensif melakukan mitigasi
konflik Gajah sumatera di Desa Simalinang Darat dan Kelurahan Peranap, Kecamatan
Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu.
Pada tanggal 20 Juni 2021, Tim kembali
berkoordinasi dengan tokoh masyarakat terkait keberadaan Gajah sumatera setelah
2 hari tidak ada pergerakan atau informasi atas keberadaan satwa liar tersebut.
Tim didampingi beberapa warga melakukan observasi keberadaan terakhir Gajah
sumatera. Di lokasi Tim menjumpai jejak dan adanya kerusakan pada kebun yang
disebabkan oleh satwa tersebut.
Tim menyampaikan agar para pemilik kebun di
sekitar Desa Simalinang Darat, Kelurahan Peranap dan desa sekitarnya agar memantau
keberadaan Gajah sumatera dan segera dapat dilakukan penggiringan dari wilayah
tersebut. Bagi pemilik kebun yang akan dilalui Gajah juga diharapkan agar tidak
menahan perjalanan Gajah menuju kantongnya yang menyebabkan Gajah kehilangan
arah untuk bergerak. Disamping itu, disampaikan juga kepada masyarakat agar tidak
bertindak anarkhis terhadap Gajah sumatera karena satwa tersebut dilindungi.

Hasil identifikasi di lapangan, satwa Gajah
yang berjumlah 2 individu tersebut setelah 3 hari 3 malam tidak terpantau
pergerakannya di Desa Simalinang Darat dan Kelurahan Peranap. Tim saat ini
kembali menjalankan tugas lainnya di lokasi yang lain, tetapi tetap melakukan
koordinasi dengan aparat desa dan masyarakat setempat untuk segera
menginformasikan jika Gajah Sumatera kembali di daerah tersebut.
Semoga Gajah liar telah menemukan jalannya
untuk kembali ke habitatnya yang masih terjaga, sehingga tidak terjadi konflik
antara manusia dan satwa liar yang berkepanjangan....
Salam konservasi…
#bersamakitabisa
#karenakonservasitakmungkinsendiri
Balai Besar
KSDA Riau