Berita Terkini
Nis-Nis Kucing Hutan yang telah tiada

Nis-Nis Kucing Hutan yang telah tiada

Administrator 7 Oktober 2025 9.749 kali dilihat

Seekor Kucing Kuwuk (Prionailurus bengalensis) yang telah dievakuasi dari Desa Bukit Payung, Kecamatan Bangkinang, Kampar pada tanggal 29 September 2025 akhirnya tidak mampu bertahan setelah melalui upaya pengobatan dilakukan.

“Nis-Nis” merupakan Kucing Kuwuk/Hutan Dewasa berkelamin Jantan yang ditemukan oleh Sdr. Anggi dalam keadaan yang lemas diduga ditabrak oleh kendaraan Ketika hendak pulang ke messnya. Keesokan harinya, Sdr.Anggi membawa kucing tersebut ke dokter hewan terdekat untuk dilakukan penanganan awal. Mengingat kucing tersebut merupakan salah satu satwa yang dilindungi oleh undang-undang, bg Anggi kemudian melaporkan kepada Balai Besar KSDA Riau.

Tim WRU BBKSDA Riau melakukan evakuasi pada tanggal 29 September 2025 pukul 20.00 WIB disaksikan langsung oleh Sdr.Anggi di Klinik dokter praktisi drh. Dedy Ryan Sukma tempat satwa tersebut dilakukan pengobatan dan perawatan selama 3 hari 2 malam. Namun kondisinya terus melemah dari pertama kali ditemukan.       

Tim WRU BBKSDA Riau membawa satwa tersebut ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Kerja sama BBKSDA Riau dengan Yayasan Arsari Djojohadikusumo   (YAD) untuk pemeriksaan dan perawatan secara intensif.

Tim medis yang terdiri dari Dokter Hewan BBKSDA Riau dan Dokter Hewan YAD melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memberikan penanganan sesuai prosedur. Namun kondisinya terus melemah, tubuh basah, temperatur teraba rendah, nafas sedikit cepat, respon pupil kiri melemah namun masih baik, respon pupil kanan sangat lemah, mukosa pink rose, pupil samar serta pemeriksaan melalui stetoskop tidak ada respon suara sehingga dilakukan tindakan darurat dan CPR namun tidak ada respon.

Pada bagian Kepala terdapat perdarahan (pecah pembuluh darah) pada selaput dan permukaan otak (meningen) bagian kanan menyeluruh. Terdapat fraktur (patah tulang) pada os pareital atau os temporal pars squamosa bagian kanan.

Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, satwa tersebut tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan mati pada Selasa, 30 September 2025.

Berdasarkan hasil anamnesa terhadap riwayat medis, dan Nekropsi penyebab kematian satwa tersebut perdarahan intrakranial akibat cedera otak traumatik (benturan).


Kembali
WhatsApp Respon cepat Telepon Call center Pengaduan Laporkan kejadian