PEKANBARU-Selasa
20 Juli 2022, Tim Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I melakukan mitigasi konflik satwa liar beruang madu di
Dusun Tasik Indah, Desa Segati, Kec. Langgam, Kab. Pelalawan.
Tim
beroordinasi dengan Kades Segati terkait gangguan satwa liar jenis beruang madu
yang meresahkan warga Dusun Tasik Indah di desanya. Selanjutnya Tim melakukan pengecekan dan pemeriksaan lokasi
tempat kejadian bersama bapak kades dan beberapa warga. .
Berdasarkan
informasi, temuan jejak bekas cakaran pada pohon matoa, gaharu dan batang
kelapa, Tim menganalisa bahwa dugaan kuat memang akibat adanya aktivitas
beruang madu di sekitar lokasi tersebut.
Seorang
warga bernama bapak Yanto Bogel menyampaikan bahwa beruang berjumlah 2 ekor
(induk dan anak). Setiap menjelang maghrib beruang tersebut datang. Sudah satu
minggu berturut-turut beruang juga mencoba memasuki rumah warga lewat atap yang
terbuat dari asbes. Kerusakan yang diakibatkan beruang tersebut adalah kandang
ayam, 3 batang kelapa, tanaman gaharu, ayam sekitar 20 ekor, angsa 5 ekor, dan
kambing 1 ekor. Lokasi berada disekitar lahan sawit dan semak semak dekat rawa.
Masyarakat
berharap beruang segera ditangkap untuk dipindahkan ke habitat yang jauh dari
pemukiman penduduk karena takut akan adanya korban dari masyarakat dusun Tasik
Indah apalagi satwa sudah berani masuk rumah warga dan lokasi beruang tersebut
dekat dengan mushola tempat anak-anak mengaji (jaraknya sekitar 20 meter).
Tim
melakukan sosialisasi tentang penanganan beruang madu dan menghimbau agar warga
lebih hati-hati beraktivitas pada malam dan pagi hari. Tim juga meminta warga
tidak anarkis terhadap satwa yang dilindungi. Tim juga meminta warga selalu
berkoordinasi dengan Balai Besar KSDA Riau dalam penanganan konflik satwa.
Saat
ini Tim sedang melakukan persiapan pemasangan kandang jebak untuk kedua beruang
tersebut.
Semoga dapat meminimalisir konflik yang terjadi antara manusia dan satwa liar.

