PEKANBARU-Sejak Selasa s.d. Jumat, 28 Juni s.d. 1 juli
2022, Mitigasi konflik gajah liar kembali dilakukan Tim Balai Besar KSDA Riau.
Kali ini di Desa Rantau Baru, Kec. Pangkalan Kerinci, Kab. Pelalawan.
Tim Balai Besar KSDA Riau bersama Balai TNTN
dan Yayasan TNTN melakukan koordinasi dengan Kepala Desa setempat. Berdasar
informasi, gajah masih berada di sekitar sungai Baboko yang berada di hulu Desa
Rantau Baru.
Tim menuju lokasi dengan menggunakan kendaraan
air. Di lokasi Tim menjumpai beberapa masyarakat yang melakukan penjagaan di
kebun masing masing.

Tim mencari dan menemukan gajah tersebut. Tim
dibantu masyarakat melakukan blokade agar gajah tidak merusak tanaman sawit
masyarakat. Tim terus melakukan pemantauan agar tidak kehilangan jejak untuk
rencana penggiringan.
Tim selanjutnya melakukan pengiringan dari kebun ke arah sungai Kampar
agar gajah mau menyeberang sungai. Karena kekurangan personil penggiringan Tim
mengalami kesulitan dan memutuskan kembali ke camp untuk menyusun strategi. Tim
meminta masyarakat untuk menambah personil saat penggiringan.
Keesokan harinya, Tim bersama masyarakat
kembali melakukan penggiringan, namun gajah belum mau menyebrangi sungai Kampar
bahkan gajah sempat membalik menembus blokade penggiringan.
Tim bersama masyarakat kembali melakukan
penggiringan ke arah sungai Kampar. Kali ini Tim berhasil mengarahkan satwa ke
pinggir sungai Kampar, namun gajah liar tetap belum mau menyebrang. Gajah masih
berada di desa Rantau Baru.
Tim bersama masyarakat terus berusaha agar
satwa menyeberang sungai Kampar dan tidak mengarah ke kebun kembali.
#bersamakitabisa??
#konservasitakmungkinsendiri
Balai Besar
KSDA Riau