PEKANBARU-Rabu
hingga Jum'at, 9 sd 11 Februari 2022 Tim Balai Besar KSDA Riau dari Pusat
Latihan Gajah (PLG) Minas berjumlah 9 orang Mahout dengan 3 ekor Gajah jinak
bernama Bankin, Jopi dan Indah turun ke lokasi konflik untuk melakukan
penggiringan. Gajah jinak diturunkan untuk ikut menggiring rombongan Gajah liar
termasuk melalui medan yang cukup berat dan semak belukar untuk mengurangi
dampak kerusakan kebun warga yang semakin parah.
Tim
melakukan patroli sekaligus penjagaan agar Gajah liar tidak masuk ke pemukiman
warga. Hingga pagi hari tidak terdapat tanda kemunculan Gajah liar ke pemukiman
warga.
Keesokan
harinya Tim berangkat untuk melakukan pencarian dan penggiringan Gajah liar di
dalam hutan Tahura. Tim akan menggiring rombongan Gajah liar masuk jauh ke
dalam hutan Tahura dan tidak kembali lagi ke desa Rantau Panjang untuk mencari
makan di desa tersebut.
Sekitar
pukul 11.00 WIB, Tim berhasil mengetahui keberadaan Gajah liat yang tidak jauh
dari kebun warga. Tim segera melakukan penggiringan ke dalam hutan Tahura
hingga pukul 16.30 WIB. Karena Gajah liar dirasa cukup jauh masuk ke dalam
hutan Tahura, maka tim kembali ke camp.
Pada
malam harinya Tim masih melakukan patroli dan penjagaan untuk mengantisipasi
Gajah liar kembali ke Desa Rantau Panjang. Malam itu tidak ada tanda tanda
Gajah kembali. Namun pada pagi harinya rombongan Gajah sumatera kembali lagi ke
Desa Rantau Panjang dan Tim segera melakukan penggiringan.
Sehat
selalu kawan kawan Mahout, Bankin, Jopi dan Indah... Kalian pahlawan konservasi
yang tak kenal kata menyerah...
Salam sehat dan tetap semangat


[Teks
: DI, Foto : Tim admin BBKSDARIAU |022022]