Berita Terkini
MAHOUT BALAI BESAR KSDA RIAU BENCHMARKING KE TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS, PROVINSI LAMPUNG

MAHOUT BALAI BESAR KSDA RIAU BENCHMARKING KE TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS, PROVINSI LAMPUNG

Administrator 6 Juli 2021 4.667 kali dilihat

PEKANBARU-Pada hari Selasa s.d. Sabtu, tanggal 29 Juni s.d. 3 Juli 2021, 14 Mahout Balai Besar KSDA Riau didampingi Kepala SKW III dan Plt. Kepala SKW IV melakukan benchmarking/studi banding ke Taman Nasional (TN) Way Kambas, Lampung Timur, Prov. Lampung.

 

Rombongan diterima oleh Plt. Kepala Balai TN Way Kambas, bapak Amri. Setelah mendapat pencerahan tentang pengelolaan kawasan dan Gajah, rombongan berkunjung ke PLG yang terdapat di TN Way Kambas. Di tempat inilah terdapat Rumah Sakit Gajah pertama di Indonesia.  

 

PLG TN Way Kambas dengan luas + 2.300 ha memiliki 37 Gajah jinak yang secara berkala dilakukan pemantauan perkembangan keterampilan oleh koordinator di PLG tersebut. Disamping itu terdapat kebun pakan yang ditanami rumput Gajah seluas + 20 ha. Kebutuhan pakan tambahan Gajah jinak sangat terpenuhi dengan keberadaan kebun pakan ini. Proses pemanenan rumput dibuat per blok sehingga dapat dipanen setiap hari. Mahout yang merawat Gajah jinak di PLG terdiri dari 37 ASN, dimana tiap ekor gajah didampingi 1 orang ASN.

 



Para Mahout Balai Besar KSDA Riau juga melakukan kunjungan ke Elephant Response Unit (ERU) yang merupakan tim khusus yang dibentuk untuk penanganan konflik Gajah Sumatera. Terdapat 4 ERU di TN Way Kambas dengan 20 Gajah jinak yang dibentuk pada awalnya, saat ini telah berkembang menjadi 27 Gajah jinak. Dalam operasional ERU, Gajah jinak digunakan tidak hanya untuk penanganan konflik, tetapi juga untuk patroli kawasan, patroli jerat, serta kebutuhan lainnya dalam pengelolaan kawasan. Tim ERU masing - masing terdiri dari 5 ASN dan 7 asisten Mahout. Tim ERU menggunakan SMART Patrol dalam pengambilan data dan pengolahan data, sehingga data yang dihasilkan lebih lengkap dan dapat bermanfaat pada pengelolaan kawasan.

 

Para Mahout Balai Besar KSDA Riau banyak belajar dari kunjungan ke PLG dan ERU di BTN Way Kambas. Hal ini dapat menjadi pemantik untuk menciptakan Mahout – mahout yang berkemampuan tidak hanya mengurus gajah jinak, tetapi juga mampu dalam melakukan pengumpulan, pengolahan hingga analisis data.

 

Salam konservasi??

#bersamakitabisa

#karenakonservasitakmungkinsendiri

Balai Besar KSDA Riau


Kembali
WhatsApp Respon cepat Telepon Call center Pengaduan Laporkan kejadian