Berita Terkini
KETIKA PEMBALAK LIAR INSYAF, BEGINI JADINYA

KETIKA PEMBALAK LIAR INSYAF, BEGINI JADINYA

Administrator 11 Agustus 2021 9.068 kali dilihat

PEKANBARU-Sekelumit cerita tentang bang Anton, seorang mantan penebang liar di Giam Siak Kecil yang kini beralih menjadi pengurus Kelompok Tani Hutan di bawah binaan Balai Besar KSDA Riau.

Berlokasi di Kampung Tuah Indrapura, Kec. Bunga Raya, Kab. Siak, Kelompok Tani Hutan (KTH) Tuah Berseri ini didirikan dengan pembina bapak Samingan selaku Kepala Desa Tuah Indrapura.

Anton menebang, mengolah dan mengilang kayu selama 12 tahun malang melintang melakukan kegiatannya di Giam Siak Kecil. Pada akhirnya yang bersangkutan jera. Kegiatan tersebut penuh dengan resiko. Resiko ditangkap petugas saat beraktifitas, maupun resiko besar saat melakukan kegiatannya. "Hampir mati tertimpa kayu.." begitu ucapnya saat bertemu dengan plh. Kepala Bidang Wil. II, bapak MB. Hutajulu selaku pembina dan motivator Kelompok Tani dari Balai Besar KSDA Riau.

Praktis sejak tahun 2012 aktifitas illegal logging yang dilakukannya selama 12 tahun dia tinggalkan. Bahkan saat berdiskusi yang bersangkutan bertekad ikut mengamankan kawasan hutan dan menghijaukan bantaran sungai sepanjang 14 km dengan tanaman hutan jenis Beringin dan tanaman buah buahan. Saat ini beliau menjadi mitra binaan Balai Besar KSDA Riau dengan menjadi Sekretaris di KTH Tuah Berseri, SM Giam Siak Kecil, Kab. Siak.

KTH ini merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan SM. Giam Siak Kecil. Dengan jenis bantuan koloni madu lebah Kelulut.

Semoga sukses dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar kawasan hutan sehingga ekonomi masyarakat meningkat dan kawasan hutan dapat terjaga kelestariannya. Aamiin YRA


Kembali
WhatsApp Respon cepat Telepon Call center Pengaduan Laporkan kejadian