Berita Terkini
Kerjasama dengan Vantara India, Kemenhut Cegah Kematian Gajah Sumatera Akibat Virus EEHV

Kerjasama dengan Vantara India, Kemenhut Cegah Kematian Gajah Sumatera Akibat Virus EEHV

Administrator 15 Januari 2026 36.543 kali dilihat

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni @rajaantoni memberi perhatian khusus setelah Gajah Sumatera bernama Nurlaila meninggal di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Sebanga Duri, Bengkalis, Riau. Gajah betina berusia 1 tahun 6 bulan tersebut meninggal akibat infeksi Elephant Endotheliotropic Herpes Virus (EEHV).

Mencegah hal serupa terjadi, Raja Antoni meminta bantuan Fauna Land Indonesia untuk mendatangkan dokter gajah dari Vantara di India. Vantara adalah pusat penyelamatan, rehabilitasi, dan konservasi satwa liar raksasa di Jamnagar, Gujarat, India dengan salah satu Rumah Sakit Gajah tercanggih di dunia.

Fauna Land Indonesia bersama Tim Vantara India hadir di Provinsi Riau untuk melakukan analisis medis dan melakukan tindakan preventif terhadap penyebaran virus EEHV.

Menurutnya, pencegahan kematian gajah akibat infeksi EEHV memerlukan pengetahuan dan keterampilan yang memadai, terutama dalam mendeteksi gejala sejak dini. Dengan adanya kerjasama ini, dia mengharapkan dapat menyelamatkan populasi gajah Sumatera yang bukan hanya terancam akibat kehilangan rumah ekosistem mereka, tapi juga ancaman EEHV.

Meski kerjasama ini dimulai di Taman Wisata Alam (TWA) Buluh Cina, Kab. Kampar @twa.buluhcina upaya preventif nantinya juga akan menjangkau seluruh kantong gajah di Taman Nasional Tesso Nilo @btn_tessonilo , PKG Sebanga @plgsebanga , Taman Nasional Way Kambas @btn_waykambas dan lokasi lainnya.

Sementara itu, CEO Fauna Land Indonesia, Danny Gunalen menyampaikan, pihaknya sebagai perwakilan Vantara di Indonesia, siap mendukung pemerintah dalam survei dan penanganan kesehatan gajah di TWA Buluh Cina. Vantara dari India dikenal sebagai salah satu pusat penyelamatan dan rumah sakit gajah terbesar di dunia.

Dia menambahkan, tim dokter spesialis gajah dari India telah melakukan diagnosis awal, mempelajari kondisi kesehatan serta kesejahteraan gajah di lokasi tersebut, terutama pasca merebaknya penyakit herpes.

Kolaborasi lintas negara ini diharapkan dapat memperkuat sistem perlindungan gajah di Indonesia. Sekaligus menjadi model penanganan kesehatan satwa liar yang lebih terukur, berbasis data, dan berorientasi pada pencegahan dini.


Kembali
WhatsApp Respon cepat Telepon Call center Pengaduan Laporkan kejadian