PEKANBARU-Senin,
20 Juni 2022, Balai Besar KSDA Riau mendapat kabar matinya buaya sinyulong di
Desa Terbangiang, Kec. Bandar Petalangan, Kab. Pelalawan tepatnya di perkebunan
Sawit PT. CAS (Cakra Alam Sejati). Lokasi yang sama dimana sebelumnya terjadi
konflik satwa buaya dan manusia.
Tim
gabungan yang terdiri dari Balai Besar KSDA Riau, BPBD Kab. Pelalawan, Kelompok Pencinta Satwa (Amar Pd @amar_pd )
dan petugas PT. CAS segera berkoordinasi. Sekira pukul 19.30 WIB Tim gabungan
bersama sama melakukan evakuasi bangkai Buaya yang berada sekitar 200 meter dari lokasi konflik satwa buaya
yang menyerang manusia yaitu di sungai Kerumutan yang berada di pinggir
perkebunan PT. CAS.
Evakuasi
dilakukan dengan menggunakan boat BPBD ke lokasi bangkai buaya yang tersangkut
di pinggiran sungai.
Sekira
pukul 20.30 WIB bangkai buaya berhasil dibawa menuju lokasi pinggiran PT. CAS
dan selanjutnya dilakukan identifikasi kondisi bangkai untuk mengetahui penyebab
kematian buaya tersebut. Jenis satwa adalah buaya sinyulong (Tomistoma schlegelii) dengan panjang : 420
cm dan lebar 75 cm, jenis kelamin betina. Kondisi saat ditemukan telah mati,
bangkai membengkak, mengeluarkan aroma busuk dan terdapat luka akibat senjata
tajam pada area sekitar belakang mata sebelah kiri.
Bangkai
kemudian diangkut menggunakan mobil untuk dibawa ke lokasi penguburan yang
berada di PT. CAS.
Kondisi
air yang semakin tinggi menyulitkan Tim dalam melakukan evakuasi. Beberapa kali
mobil Tim tersangkut dan terperosok di
jalan hingga akhirnya sekira pukul 23.50 WIB. Tim berhasil sampai ke tempat
lokasi penguburan.
Tim kembali melakuka sosialisasi dan penyuluhan terkait satwa yang dilindungi khususnya buaya sinyulong. Setelah itu dilakukan pemasangan spanduk himbauan dan peringatan di areal PT.CAS khususnya yang merupakan habitat buaya.