PEKANBARU-Kita
lihat dan ikuti kegiatan Kepala Balai Besar KSDA Riau, bapak Genman S. Hasibuan
pada diskusi publik tentang Mitigasi Konflik Harimau vs Manusia Dengan
Pendekatan Folu Met Sink yok...
Acara
ini dilaksanakan pada Selasa, 6 September 2022 di kantor Yayasan Perkumpulan
Elang, Pekanbaru.
Acara
dimotori oleh Yayasan Perkumpulan Elang dengan nara sumber dari Jikalahari,
Walhi Riau dan Balai Besar KSDA Riau serta Perkumpulan Elang sendiri tentunya.
Hadir
dalam acara tersebut beberapa LSM yang tergabung dalam perkumpulan Jikalahari
dan mahasiswa serta pihak swasta.
Upaya
mendorong solusi terbaik terhadap munculnya konflik satwa liar terutama harimau
sumatera tentunya perlu ada keterlibatan multi pihak serta berbasis pada upaya
secara landskap dan senantiasa mengutamakan keselamatan keduanya baik manusia
maupun satwa liar.
Landskap
Semenanjung Kampar secara khusus merupakan lokasi dengan keberadaannya cukup
tinggi serta memiliki tutupan lahan yang masih relatif bagus, sehingga
mendorong perbaikan manajemen pengelolaan menjadi hal yang sangat penting dalam
rangka mewujudkan harmonisasi kehidupan liar dengan manusia.
Adanya
keterkaitan program program perbaikan habitat berbasis landskap ini dengan
program yang saat ini menjadi bagian dari komitmen bangsa Indonesia yaitu folu
net sink salah satunya adalah perbaikan habitat dan pengurangan deforestrasi.
Semoga
dengan adanya diskusi semacam ini dapat menjadi salah satu langkah untuk upaya
meminimalisir konflik harimau sumatera dan manusia serta mendukung
pelestariannya.