Berita Terkini
DEKLARASI PENYELAMATAN TAMAN WISATA ALAM (TWA) SUNGAI DUMAI

DEKLARASI PENYELAMATAN TAMAN WISATA ALAM (TWA) SUNGAI DUMAI

Administrator 17 Maret 2021 6.626 kali dilihat

PEKANBARU-Bertepatan dengan Hari Bakti Rimbawan yang ke-38, 16 Maret 2021 Deklarasi Penyelamatan Taman Wisata Alam (TWA) Sungai Dumai dilakukan.

Dibuka dengan treatrikal Sanggar Siti Laut dan pembacaan puisi oleh bapak Darwis menggugah para undangan tentang mirisnya tingkah polah oknum yang merusak kelestarian hutan.

Peringatan ditaja atas kerjasama Balai Besar KSDA Riau dengan Fauna & Flora International (FFI) Indonesia Programme di TWA Sungai Dumai. Sebuah kawasan konservasi yang ada di jantung kota Dumai dan berada di bawah pengelolaan Balai Besar KSDA Riau. Dihadiri oleh staf Ahli Walikota Dumai,  Kejaksaan Negeri Kota Dumai, DPRD, Polres Dumai, Kodim Dumai, para Kepala dan pegawai UPT KemenLHK, Akademisi, Kesultanan Siak di kota Dumai, Lembaga Adat Melayu kota Dumai, NGO, Manggala Agni, Yayasan Pencinta Hewan Dumai dan Kelompok Pencinta Alam Kota Dumai.

TWA Sungai Dumai mempunyai peran penting bagi masyarakat kota Dumai, sumber air bersih, sumber udara bersih, dan obyek wisata yang dapat memajukan kesejahteraan masyarakat sekitarnya apabila dikelola secara optimal. Pemkot Dumai merencanakan  normalisasi Sungai Dumai dan pembuatan embung di kawasan TWA Sungai Dumai untuk menampung air. Hal ini dilakukan dalam upaya penanganan banjir dan kebakaran hutan serta lahan di Kota Dumai serta menjaga kualitas air agar bermanfaat bagi masyarakat yang tentunya juga berfungsi bagi keseimbangan alam. Untuk realisasi hal tersebut, 3 Maret 2021 lalu, Pemkot Dumai telah mengadakan pembicaraan kerjasama dengan pihak Balai Besar KSDA Riau menyangkut hal tersebut. Diharapkan kedepannya kota Dumai dapat terhindar dari bencana banjir dan kebakaran.

Setelah penandatanganan deklarasi oleh seluruh elemen yang hadir, acara dilanjutkan dengan pelepasliaran satwa burung di TWA Sungai Dumai sebanyak 125 ekor yang terdiri dari burung Kutilang, Balam, Perkutut, Tekukur dan Kacamata serta satu ekor satwa Trenggiling. Setelah itu dilakukan penanaman pohon secara simbolis sebanyak 20 pohon dari 200 bibit pohon yang disediakan.






Kembali
WhatsApp Respon cepat Telepon Call center Pengaduan Laporkan kejadian