Berita Terkini
BALAI BESAR KSDA RIAU TELAH LAKUKAN IDENTIFIKASI DAN NEKROPSI PADA GAJAH YANG DITEMUKAN MATI PADA JUM'AT, 10 DESEMBER 2021 YANG LALU

BALAI BESAR KSDA RIAU TELAH LAKUKAN IDENTIFIKASI DAN NEKROPSI PADA GAJAH YANG DITEMUKAN MATI PADA JUM'AT, 10 DESEMBER 2021 YANG LALU

Administrator 11 Desember 2021 5.683 kali dilihat

PEKANBARU-Terkait Gajah sumatera yang mati di perkebunan masyarakat Dusun Kayu Api, Desa Koto Pait Beringin, Tualang Muandau, Bengkalis pada Jum'at, 10 Desember 2021. Balai Besar KSDA Riau segera menurunkan Tim ke lokasi. Sesampainya di lokasi pada pukul 20.30 WIB Tim medis Balai Besar KSDA Riau bersama RSF - HIPAM langsung melakukan identifikasi dan nekropsi terhadap Gajah mati untuk mengetahui penyebab kematian Gajah tersebut.

Berdasarkan hasil identifikasi satwa diketahui bahwa Gajah berjenis kelamin betina, umur kurang lebih 25 tahun (dewasa/induk), caling hanya terdapat pada bagian sebelah kiri dan merupakan bagian dari sub populasi Gajah Giam Siak Kecil. Sedangkan dari hasil nekropsi dapat disampaikan bahwa pada pemeriksaan fisik bagian luar tidak ditemukan tanda tanda keracunan atau kekerasan, bangkai sudah mengalami kaku mayat dan terdapat timbunan gas pada bagian perut dengan posisi rebah pada bagian kanan, pada bagian rongga mulut terutama lidah serta langit langit rongga mulut ditemukan luka melepuh/terbakar dengan penampang yang luas, pada pemeriksaan organ dalam semuanya terlihat normal. Melihat dari kondisi ukuran rahim yang belum kembali ke ukuran semula (involusi uteri) serta kondisi ambing (kelenjar susu) yang masih berproduksi/menyusui mengindikasikan bahwa individu  tersebut memiliki anak.

Penyebab kematian Gajah diduga karena tersengat aliran listrik PLN, diperkuat dengan adanya luka melepuh pada rongga mulut dengan indikasi bahwa Gajah tersebut mengginggit kabel PLN serta ditemukan adanya bekas gigitan pada kabel PLN tersebut.

Setelah dilakukan nekropsi, bangkai Gajah dikuburkan di areal perkebunan tempat ditemukannya satwa tersebut.

Adapun anak Gajah yang mati diketahui terpantau 4 hari yang lalu dalam kelompok Gajah Giam Siak Kecil terdapat 2 anakan Gajah yang selalu bersama. Dimungkinkan terdapat satu indukan lain yang dapat membantu menyusui anak Gajah yang mati tersebut.

Semoga anak Gajah yang mati dapat tumbuh berkembang dengan asuhan induk yang lainnya.

 

Tim Balai Besar KSDA Riau bersama RSF-HIPAM akan menelusuri lebih lanjut.

 #karenakonservasitakmungkinsendiri


[Teks : DI, Foto : Tim admin BBKSDARIAU


Kembali
WhatsApp Respon cepat Telepon Call center Pengaduan Laporkan kejadian