Berita Terkini
BALAI BESAR KSDA RIAU AMANKAN PENGANGKUT SATWA BURUNG ILLEGAL

BALAI BESAR KSDA RIAU AMANKAN PENGANGKUT SATWA BURUNG ILLEGAL

Administrator 28 Oktober 2021 6.442 kali dilihat

PEKANBARU-Gerak cepat dilakukan petugas Balai Besar KSDA Riau. Kamis, 28 Oktober 2021, petugas Balai Besar KSDA Riau melakukan penyergapan terhadap pengangkut satwa burung di Palas sekitar kota Pekanbaru.

Berawal dari laporan masyarakat pada Kamis 28 Oktober 2021, sekira pukul 09.00 WIB, bahwa akan ada pengiriman sejumlah burung yang berasal dari daerah pesisir Sumatera Barat melalui travel. Balai Besar KSDA Riau segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan menurunkan Tim dan memantau pergerakan travel dimaksud.

Sekira pukul 12.00 WIB, Tim Balai Besar KSDA Riau bersama pemerhati burung (Flight) melakukan penyergapan di daerah Palas, sekitar kota Pekanbaru. Tim menemukan 8 kardus berisi burung dan meminta keterangan dari driver travel di lokasi tkp. Untuk pendalaman keterangan, driver travel dan barang temuan dibawa ke kantor Balai Besar KSDA Riau.

Identifikasi satwa segera dilakukan. Keterangan dari driver, burung tersebut dimiliki oleh seseorang yang beralamat di Pasaman Sumatera Barat dan akan dikirim ke seseorang yang hanya diketahui nomor telponnya. Driver menyampaikan bahwa yang bersangkutan sama sekali tidak mengetahui jenis burung yang dibawanya dan hanya menerima ongkos mengantar sebesar Rp. 200.000,-

Hasil identifikasi burung yang dibawa, diperoleh data jumlah keseluruhan 39 ekor dengan rincian 37 ekor hidup dan 2 ekor mati. Burung yang dilindungi diantaranya adalah jenis Cica daun sayap biru (chloropsis cochinchinensis) dan Cica daun besar (Chloropsis sonnerati). Jenis yang lain masih dalam proses identifikasi.

Balai Besar KSDA Riau akan berkoordinasi dengan Balai KSDA Sumatera Barat untuk asal usul burung tersebut. Terhadap driver travel akan dilakukan pembinaan dan penandatanganan pernyataan tidak mengulangi perbuatannya dan terhadap burung, setelah selesai identifikasi akan segera dilepasliarkan di habitatnya di sebuah kawasan konservasi.


Kembali
WhatsApp Respon cepat Telepon Call center Pengaduan Laporkan kejadian