PEKANBARU-Jum'at,
25 Maret 2022, Balai Besar KSDA Riau bersama Fauna & Flora International
(FFI) Indonesia Programme mengadakan
kegiatan media gathering dengan mendatangkan nara sumber dari akademisi
sekaligus jurnalis yaitu DR.Afni Zulkifli, S.AP., M.Si dan seorang budayawan
sekaligus jurnalis Kunni Masrohanti, S.Ag. Balai Besar KSDA Riau menyadari
bahwa peran media sangat penting sebagai mitra konservasi terutama untuk
mensosialisasikan dan menggaungkan kesadaran konservasi kepada masyarakat.
Disamping
itu, kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan hasil kerjasama kedua belah
pihak selama tahun 2021. Dimana lokasi kerjasama terfokus pada kawasan
Semenanjung Kampar yaitu SM Tasik Serkap, SM Tasik Besar Serkap dan SM Tasik
Belat.
Kerjasama
dilakukan untuk mendukung upaya konservasi Harimau sumatera, Gajah dan
habitatnya, mendukung upaya pemberdayaan masyarakat desa penyangga baik yang
berada di dalam maupun di sekitar kawasan konservasi, dan mendukung upaya
peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang konservasi bagi petugas
Balai Besar KSDA Riau. Kegiatan yang telah dilakukan diantaranya mendukung
pelaksanaan deklarasi konservasi TWA Sungai Dumai, pembekalan survey Sumatra
Wide Tiger Survey (SWTS), penyusunan peta kerawanan konflik satwa, dan studi
banding pelaksanaan SMART Patrol. Untuk masyarakat melakukan pendampingan
masyarakat yang lebih intensif selama masa konflik sekaligus melakukan
sosialisasi dan pembentukan kelompok penanganan konflik manusia dan satwa
Harimau sumatera, strategi pengelolaan hewan ternak agar meminimalisir
terjadinya konlik serta beberapa kegiatan lainnya. Hal ini sejalan dengan
prinsip konservasi yang digaungkan dengan 3M nya yaitu Mutual Respect, Mutual
Trust dan Mutual Benefit. Konservasi tidak seperti eksakta, konservasi harus dilakukan
lintas batas, dilakukan secara humanis dan memberi manfaat pada masyarakat.
Semoga kerjasama Balai Besar KSDA Riau dengan FFI Indonesia Programme dan berbagai pihak dapat terlaksana sesuai yang diharapkan dan akan semakin banyak lapisan masyarakat yang menyadari pentingnya konservasi untuk keseimbangan alam ini.

