CORINA, HARIMAU YANG TERJERAT, TELAH KEMBALI KE HABITAT ALAMINYA
Pekanbaru
Pada 29 Maret 2020, seekor
Harimau Sumatera terjerat di areal Estate Meranti, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten
Pelalawan. Jerat sling yang mengikat kakinya berhasil dilepaskan oleh tim medis
dan tim rescue Balai Besar KSDA Riau. Kondisi luka akibat jerat tersebut,
memerlukan perawatan intensif oleh tim medis, sehingga Harimau Sumatera yang
diberi nama Corina ini dievakuasi dan dititipkan ke Pusat Rehabilitasi
Harimau Sumatera Dharmasraya.
Akhirnya setelah kurang lebih 9 bulan lamanya,
Harimau Sumatera Corina menjalani perawatan di kandang Karantina, luka jerat
pada kaki kanannya telah pulih, kondisi kesehatannya baik serta perilaku
bertahan hidup di alam telah kembali normal, maka diputuskan untuk segera
dipelepasliarkan kembali ke habitatnya.
Pada tanggal 14 Desember 2020, Harimau Sumatera
Corina dipindahkan dari Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya ke
lokasi habituasi sebelum dilakukan pelepasliaran/release dengan menggunakan
Helikopter (kandang angkut di dalam cabin) dengan waktu terbang + 1,5 jam.
Harimau Sumatera Corina diobservasi pada kandang habituasi yang telah
disiapkan pada lokasi pelepasliaran. Kemudian, pada 17 Desember 2020 dilakukan
pemasangan GPS Collar untuk keperluan pemetaan wilayah jelajah satwa dan
bermanfaat dalam antisipasi terulangnya satwa tersebut kembali terjerat.
Akhirnya pada hari Minggu, 20 Desember 2020, dilakukan
pelepasliaran terhadap Harimau Sumatera Corina yang dihadiri langsung oleh
Dirjen KSDAE, bapak Wiratno.
Kami mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya atas dukungan para pihak, yakni Direktur Jenderal KSDAE,
Pimpinan Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera, Pimpinan Yayasan Arsari
Djojohadikusumo dan Pimpinan APRIL/ PT. Gemilang Cipta Nusantara yang telah
mendukung upaya penyelamatan Harimau Sumatera Corina ini. Semoga Harimau
Sumatera Corina dapat bertahan di alam dan dapat berkembang biak, sehingga
populasi Harimau Sumatera semakin meningkat.
Salam konservasi
#savesumatrantiger
#karenakonservasitakmungkinsendiri
Balai Besar
KSDA Riau

