MENGINTIP GELIAT EKONOMI WARGA DI SEKITAR KAWASAN KONSERVASI TAMAN WISATA ALAM MUKA KUNING
Siapa bilang kawasan konservasi melulu soal pembatasan? Di Taman Wisata Alam (TWA) Muka Kuning Batam, kelestarian alam justru berjalan beriringan dengan perputaran roda ekonomi warga setempat.
Baru-baru ini, tim Balai Besar KSDA Riau melalui SKW II Batam terdiri dari Kepala Resor, Penyuluh dan staf bersama PT PLN Batam turun langsung ke lapangan guna melakukan pendampingan dan monitoring program pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan TWA Muka Kuning berupa usaha Pembuatan Souvenir seperti Sablon Baju dan usaha Pembuatan Tahu Tempe.
Melalui pendampingan ini, diharapkan masyarakat di sekitar kawasan tidak hanya ikut menjaga hutan tetap hijau, tapi juga mampu mandiri secara ekonomi berkat sinergi yang kuat antara Pemerintah, BUMN dan Masyarakat.

