Upaya Mitigasi Konflik terkait Kemunculan Induk dan Anak Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Desa Pulau Muda, Kec Teluk Meranti, Kab. Pelalawan, Riau
SIARAN PERS
(Nomor : SP. 02/K.6/BTU/HMS.01.08/01/2026)
Pekanbaru, Selasa 20 Januari 2026. Menindaklanjuti laporan dari
beredarnya potongan video kemunculan Harimau Sumatera (Panthera tigris
sumatrae) di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan
pada tanggal 19 Januari 2026 di platfom media sosial. Kepala Balai Besar KSDA
Riau, Supartono menyampaikan hal sebagai berikut :
1. Berdasarkan
hasil identifikasi tim di lapangan terkini terkait penanganan konflik satwa
tersebut bahwa kemunculan satwa Harimau Sumatera terdeteksi berada di
perbatasan kawasan hutan yang merupakan bagian dari kantong (habitat)
pergerakan alami Harimau Sumatera. Lokasi kemunculan berjarak cukup dekat
dengan pemukiman warga, yakni sekitar 200 hingga 300 meter.
2. Tim
Balai Besar KSDA Riau di lapangan menemukan indikasi bahwa terdapat lebih dari
satu individu harimau. Diduga kuat, satwa tersebut merupakan satu kesatuan
keluarga yang terdiri dari satu induk dan anakan yang diperkirakan berusia 4
hingga 5 bulan. Pada usia tersebut, anak harimau masih berada dalam masa
transisi penyapihan dan memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap
induknya.
3. Tim
gabungan yang terdiri dari unsur TNI, POLRI dan pihak Perizinan Berusaha
Pemanfaatan Hutan (PBPH) terdekat serta masyarakat setempat saat ini terus
melakukan pemantauan intensif secara berkala. Fokus utama tim saat ini adalah
melakukan upaya penggiringan agar kawanan harimau tersebut bergerak kembali
menjauh dari pemukiman dan masuk ke dalam kawasan hutan yang lebih aman.
4. Selain
upaya teknis di lapangan, tim juga melakukan sosialisasi dan himbauan untuk
tidak merekam dan menyebarluaskan video penemuan Harimau Sumatera karena
dikhawatirkan menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat dan menghindari
informasi Hoax sekaligus edukasi kepada warga untuk selalu waspada dalam
beraktivitas terutama pada waktu fajar dan menjelang malam, kemudian menjaga
peliharaan ternak dengan aman dan tidak melepaskannya di area terbuka guna
menghindari daya tarik bagi harimau untuk mendekati area pemukiman serta tetap
tenang dan segera melaporkan kepada tim Balai Besar KSDA Riau jika melihat
tanda-tanda keberadaan satwa tersebut.
5. Upaya
penanganan ini mengedepankan prinsip keselamatan manusia sekaligus perlindungan
satwa harimau sumatera yang dilindungi. Tim akan terus berada di lokasi hingga
situasi dipastikan kondusif dan pergerakan satwa telah menjauh dari zona
aktivitas warga.
Informasi lebih lanjut :
Kepala Balai Besar KSDA Riau : Supartono, S.Hut., M.P (Kepala Balai Besar KSDA Riau)
Penanggung jawab berita : Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar KSDA Riau
- Website: www.bbksda-riau.id
- Youtube: Balai Besar KSDA Riau
- Facebook : Balai Besar KSDA Riau
- Instagram : @bbksda_riau
- Call Center : 0813-7474-2981




