Kerjasama dengan Vantara India, Kemenhut Cegah Kematian Gajah Sumatera Akibat Virus EEHV
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni @rajaantoni memberi perhatian khusus
setelah Gajah Sumatera bernama Nurlaila meninggal di Pusat Konservasi Gajah
(PKG) Sebanga Duri, Bengkalis, Riau. Gajah betina berusia 1 tahun 6 bulan
tersebut meninggal akibat infeksi Elephant Endotheliotropic Herpes Virus
(EEHV).
Mencegah hal serupa terjadi, Raja Antoni meminta bantuan Fauna Land
Indonesia untuk mendatangkan dokter gajah dari Vantara di India. Vantara adalah
pusat penyelamatan, rehabilitasi, dan konservasi satwa liar raksasa di
Jamnagar, Gujarat, India dengan salah satu Rumah Sakit Gajah tercanggih di
dunia.
Fauna Land Indonesia bersama Tim Vantara India hadir di Provinsi Riau untuk
melakukan analisis medis dan melakukan tindakan preventif terhadap penyebaran
virus EEHV.
Menurutnya, pencegahan kematian gajah akibat infeksi EEHV memerlukan
pengetahuan dan keterampilan yang memadai, terutama dalam mendeteksi gejala
sejak dini. Dengan adanya kerjasama ini, dia mengharapkan dapat menyelamatkan
populasi gajah Sumatera yang bukan hanya terancam akibat kehilangan rumah
ekosistem mereka, tapi juga ancaman EEHV.
Meski kerjasama ini dimulai di Taman Wisata Alam (TWA) Buluh Cina, Kab.
Kampar @twa.buluhcina upaya preventif nantinya juga akan menjangkau seluruh
kantong gajah di Taman Nasional Tesso Nilo @btn_tessonilo , PKG Sebanga
@plgsebanga , Taman Nasional Way Kambas @btn_waykambas dan lokasi lainnya.
Sementara itu, CEO Fauna Land Indonesia, Danny Gunalen menyampaikan,
pihaknya sebagai perwakilan Vantara di Indonesia, siap mendukung pemerintah
dalam survei dan penanganan kesehatan gajah di TWA Buluh Cina. Vantara dari
India dikenal sebagai salah satu pusat penyelamatan dan rumah sakit gajah
terbesar di dunia.
Dia menambahkan, tim dokter spesialis gajah dari India telah melakukan
diagnosis awal, mempelajari kondisi kesehatan serta kesejahteraan gajah di
lokasi tersebut, terutama pasca merebaknya penyakit herpes.
Kolaborasi lintas negara ini diharapkan dapat memperkuat sistem
perlindungan gajah di Indonesia. Sekaligus menjadi model penanganan kesehatan
satwa liar yang lebih terukur, berbasis data, dan berorientasi pada pencegahan
dini.

