Mereka Pulang, Harapan Konservasi yang Terbang dan Berlari ke Hutan
“Mereka Pulang, Harapan Konservasi yang Terbang dan Berlari ke Hutan”
Di bawah hujan yang jatuh rapat dan di tengah rimbunnya hutan, sebuah
langkah kecil namun berarti bagi alam kembali diukir.
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama Pusat
Penyelamatan Satwa (PPS) Yayasan ARSARI Djojohadikusumo melepasliarkan
satwa-satwa yang telah lama menanti pulangnya mereka ke alam.
Pada Kamis (27/11/2025), satu ekor elang ularbido yang kembali tegap
menatap langit, satu ekor ayam sempidan melayu yang siap menjejak tanah hutan,
serta empat monyet ekor panjang yang gesit dan lincah, resmi dilepas menuju
kebebasan di kawasan hutan konservasi Riau.
Sebelum menghirup kembali udara liar hutan, satwa-satwa ini menjalani
proses panjang rehabilitasi dan observasi di Pusat Penyelamatan Satwa.
Kondisi fisik yang pulih dan naluri liarnya yang kembali tajam menjadi
syarat mutlak sebelum mereka dilepas. Semua itu dilakukan demi memastikan
mereka mampu beradaptasi dan bertahan di rumah sejatinya.
Pelepasliaran ini bukan hanya ritual melepaskan satwa, tetapi sebuah
harapan agar mereka dapat berkembang biak, menjaga keseimbangan alam, dan
meneruskan kehidupan yang pernah terputus.
Upaya konservasi ini menjadi pengingat bahwa hutan bukan sekadar ruang,
tetapi tempat setiap makhluk menemukan kembali takdirnya.

