TIM BALAI BESAR KSDA RIAU PANTAU DAN MONITOR KEBERADAAN BERUANG MADU DI DUSUN LUBUK SALAK
PEKANBARU-Kamis,
24 November 2022 Tim Resort Kerumutan Selatan yang terdiri dari bang Rison
Rasidin dan bang Sohor melakukan mitigasi interaksi negatif antara manusia dan
beruang madu di Dusun Lubuk Salak, Desa Mak Teduh, Kec. Kerumutan, Kab. Pelalawan melakukan
koordinasi dengan perangkat Desa Mak Teduh. Tim
didampingi perangkat desa dan warga dusun langsung menuju ke lokasi
kejadian.
Berdasarkan keterangan perangkat desa dan
keluarga korban, kejadian bermula sekira pukul 09.00 wib pada Selasa, 22
Oktober 2022 dimana korban a.n pak Kamil selesai menderes kebun karet milik pak
Mansur dan ingin bersiap pulang namun dirasakan ingin buang air. Beliau menuju
sungai kecil yang ada di lokasi kebun tersebut. Setibanya di sungai tiba tiba
seekor satwa beruang melakukan interaksi negatif terhadap korban sehingga
menyebabkan kaki korban terkena gigitan. Korban melakukan perlawanan dan
memukul bagian muka beruang sehingga beruang lari. Korban sambil merangkak
menyelamatkan diri ke jalan umum mencari
pertolongan. Jarak lokasi kejadian ke jalan umum berkisar 50 meter.
Berdasarkan
pengamatan Tim, lokasi kejadian merupakan perbatasan areal APL dan hutan
konsesi. Di lokasi ditemukan tempat yang
diduga merupakan sarang satwa beruang yang berada di pohon karet tua di sekitar
kebun yang di deres korban.
Tim
melakukan kunjungan ke rumah korban namun korban tidak dirumah karena sedang
dirujuk ke rumah sakit umum di Pangkalan Kerinci untuk melakukan perawatan
operasi kaki. Tim menyampaikan rasa keprihatinan atas kejadian yang dialami pak
Kamil.
Masyarakat
melalui perangkat desa berharap agar evakuasi beruang segera dilakukan karena
telah beberapa kali hal ini terjadi di sekitar lokasi yang sama.
Tim melakukan sosialisasi tentang satwa yang dilindungi dan meminta masyarakat tidak anarkis terhadap satwa yang dilindungi tersebut serta tetap berkoordinasi dengan petugas Balai Besar KSDA Riau dalam penanganan konflik beruang ini.



